Detail Cantuman Kembali
kekuatan tekuk laminasi bambu betung dan kayu akasia sebagai komponen kapal kayu
Kayu adalah salah satu jenis bahan dasar yang sering digunakan sebagai bahan utama Kayu adalah salah satu jenis bahan dasar yang sering digunakan sebagai bahan utama pembuatan kapal konvensional di Indonesia. Akan tetapi penggunaan kayu sebagai bahan pembuatan kapal kayu lebih sering dari pohon yang terbukti kokoh namun belum usia panen. Bambu merupakan bahan yang cukup lentur dan kuat sebagai bahan dasar pembuatan kapal kayu di Indonesia. Laminasi bambu yang digabung kan dengan material kayu dapat mempengaruhi kekuatan tekuk pada kuat tekuk kayu pada normalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio laminasi bambu sebagai penahan tegangan pada kayu terhadap kuat tekuk laminasi gabungan. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode eksperimen jumlah rasio penyusun laminasi bambu betung dengan kayu akasia dengan menggunakan uji mesin tekuk, dari rasio bambu betung 40% dengan kayu akasia 60%, bambu betung 50% dengan kayu akasia 50%, dan bambu betung 60% dengan kayu akasia 40% dengan menggunakan standar JIS Z-2113. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa laminasi dengan rasio penyusun bambu betung 40% dengan kayu akasia 60% mendapat nilai kuat tekuk rata-rata 1170,18 kg/cm2 termasuk dalam golongan kelas kuat I standar kuat BKI. Kuat tekuk laminasi bambu betung dengan kayu akasia mengalami peningkatan di rasio penyusun bambu 40% dengan kayu 60% dan mengalami penurunan pada rasio penyusun bambu 60% dengan kayu 40%. Nilai kuat tekuk tertinggi ada pada laminasi rasio penyusun bambu 40% dengan kayu akasia 60%.
621.24.17 Rev k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2024
Surabaya
xi, 56 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







